Postingan

Kabayan Mencari Tutut

Pada suatu hari Si Kabayan disuruh oleh mertuanya untuk mengambil tutut disawah. Tutut adalah sejenis siput-siput kecil di sawah. Biasa tutut-tutut sawah dimasak menggunakan bumbu-bumbu dengan cara direbus. Si Kabayan menuruti perintah mertuanya untuk mencari tutut disawah. Ia pergi ke sawah tapi malas-malasan. Setibanya di sawah, Si Kabayan bukannya mencari tutut tapi malah duduk-duduk santai di pematang sawah. Mertua Kabayan lama menunggu di rumah tapi Si Kabayan tak juga kunjung datang. Akhirnya mertua Kabayan menyusul ke sawah. Sesampainya di sawah, mertua Kabayan marah bukan main. Ia mendapati menantunya tengah duduk-duduk santai di pematang sawah. “Hai Kabayan! Aku suruh mencari tutut tapi engkau malah enak duduk-duduk. Dasar pemalas!” teriak mertuanya. “Aduh Abah, aku takut mau turun ke sawah, soalnya sangat dalam. Coba lihat Abah! Saking dalamnya, langit sampai terlihat di air sawah.” kata Kabayan beralasan. Karena kesal melihat kemalasan menantunya, M...

Sungai Jodoh

Di pulau Batam ada gadis yatim piatu bernama Mah Bongsu. Suatu hari saat mencuci di sungai ia melihat ular. Namun ular itu hanya berenang sambil memperlihatkan lukanya. Karena kasihan, Mah Bongsu memberanikan diri mengambil ular itu dan merawatnya. Mah Bongsu merawat ular itu hingga sembuh. Setiap kulit ular yang mengelupas dibakarnya. Dan ajaib setiap dibakar timbul asap putih. Jika asap mengarah ke Singapura tiba-tiba ada setumpuk emas, jika ke Sumatera muncul kain tapis Lampung yang mahal. Akhirnya Mah Bongsu menjadi kaya raya. Kekayaan ini membuat sebagian orang iri. Ada yang bilang memelihara tuyul namun itu tidak terbukti. "Sudahlah yang penting tidak ada yang dirugikan apalagi ia dermawan sekali," kata Mak Ungki pada orang yang iri.      Tapi ternyata Mak Piah dan Siti Mayang anaknya tetap iri. Setiap malam mereka mengintip Mah Bongsu. "Wah, ada ular besar. Kulitnya yang terkelupas dan dibakar akan mendatangkan harta karun ?" gumam Mak Piah pada anaknya. Es...